Medan Zoo Barter Koleksi dengan Ragunan

69

Medan- Tiga jenis satwa dikirim dari Kebun Binatang Ragunan sebagai ganti dua ekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang dikirim ke sana.

Ketiga koleksi baru kiriman Kebun Binatang Ragunan yakni sepasang orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) yang bernama Hamidah dan Diimbah, tiga ekor pelikan timor (Pelacanus conspicillatus) dan seekor capybara (Hydrochoeeus hydrochaeris).

Direktur Utama PD Pembangunan yang membawahi Medan Zoo, Putrama Alkhairi, ketiga satwa itu merupakan hasil pertukaran dengan 2 ekor harimau sumatera jantan koleksi Medan Zoo. Keduanya sudah dikirim ke Kebun Binatang Ragunan beberapa hari lalu.

“Ditukar dengan orangutan, pelikan dan capybara. Orangutannya sepasang,” kata Putrama seusai menyambut kedatangan ketiga jenis satwa itu di Medan Zoo, Rabu (20/2).

Meski sudah ada tambahan koleksi baru dari Kebun Binatang Ragunan, koleksi Medan Zoo masih jauh dari lengkap. Saat ini mereka baru mempunyai 157 spesies, yang didominasi jenis unggas. ”Kita belum ada singa, onta dan burung onta,” sambung Putrama.

Untuk melengkapi koleksi itu, lanjut Putrama, pihaknya akan terus melakukan pertukaran dengan kebun binatang atau taman margasatwa lain yang ada di Indonesia. Medan Zoo akan mengirimkan koleksi satwanya yang surplus, seperti harimau sumatera, untuk mendapatkan koleksi baru.

Pertukaran koleksi ini juga untuk melindungi satwa itu dari kawin sedarah, yang tidak baik bagi kesehatan keturunannya. “Untuk satwa yang baru datang, perawatannya akan didampingi dokter hewan dari Ragunan. Mereka akan memberi edukasi bagaimana perawatan orangutan,” jelas Putrama.

Tim kesehatan di Medan Zoo sebelumnya juga sudah punya pengalaman merawat orangutan. Satwa ini pernah ada di taman margasatwa itu pada beberapa tahun lalu.

Medan Zoo juga sedang memproses kedatangan lumba-lumba. Mereka tengah menyiapkan infrastrukturnya dan pembiayaannya. “Sedang kita cari pembiayaan bisa melalui B to B atau CSR atau skema lain. Atraksi lumba-lumba nggak boleh dibawa keliling, tapi kalau di kebun binatang dia boleh. Kedatangan lumba-lumba itu dengan kerja sama, ada alternatif kerjasama dengan Ancol,” jelas Putrama.