MEDANTAU.ID- Medan. Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 15 Kg dan 20 ribu pil ekstasi jaringan Medan-Pekan Baru. Dalam pengungkapan itu, petugas mengamankan seorang bandar yang merupakan seorang petani.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan bahwa pengungkapan tersebut dilakukan tim dari Sat Res Narkoba Polrestabes Medan pada Senin (20/7) lalu.

Di mana, dari informasi yang mereka peroleh bahwa diduga ada bandar narkoba di Medan.

“Atas informasi itu, pada hari itu juga sekitar pukul 20.00 WIB petugas bergerak dan menangkap tersangka TZ (47) yang merupakan warga Kecamatan Medan Sunggal di Jalan Pinang Baris,” kata Kapolrestabes saat paparan di Mapolrestabes Medan, Jumat (24/7) sore.

“Kemudian dari penangkapan itu, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 15 Kg sabu-sabu dan lebih kurang 20 ribu pil ekstasi dari tangan TZ,” ucap Riko.

Riko menjelaskan bahwa dari pengakuan TZ, dirinya diperintahkan oleh seseorang berinisial BR yang saat ini masih menjadi daftar pencarian orang (DPO) oleh petugas.

Selain itu, TZ juga mengakui bahwa dirinya sudah tiga kali melakukan aksinya, pertama 10 Kg, kedua 10 Kg dan ketiga 15 Kg. Di mana, sabu-sabu itu akan di pasarkam untuk di Kota Medan atas perintah BR (DPO).

“Jadi, pengakuan TZ bahwa dari 15 Kg sabu-sabu tersebut tersangka mengakui menerima upah setiap kilonya sebesar Rp 3 juta. Dari 15 Kg sabu-sabu ini apabila berhasil dipasarkan akan menerima imbalan sebesar Rp 45 juta,” jelasnya.

Riko juga mengungkapkan bahwa dengan disitanya barang haram sabu-sabu tersebut menyelamatkan ratusan ribu jiwa. “Dari barang bukti 15 Kg sabu-sabu tersebut bisa menyelamatkan lebih kurang 154 ribu orang. Petugas juga akan membangkan kasus ini,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *